Senin, 03 September 2012

TEKNIK KAWIN SUNTIK PADA IKAN HIAS

Pendahuluan
Kawin suntik (Induced Breeding) adalah teknologi yang masih awam bagi petani atau peternak ikan hias. Teknologi kawin suntik bukan merupakan teknologi baru, karena penerapannya sudah banyak dilakukan pada ikan konsumsi. Pada ikan hias peluangnya masih cukup besar, karena sebagian besar ikan hias saat ini merupakan tangkapan alam, untuk itu perlu dilakukan upaya budidaya untuk menjaga kelestarian. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan tehnik kawin suntik atau induced breeding.
Pemijahan dengan kawin suntik sangat mudah, karena tehnik yang dilakuka sangat sederhana. Bagi pemula tehnik ini sangat mudah dilakukan, namun berhasil atau tidaknya tergantung dari pengalaman dan jam terbang. Dalam pokok bahasan tehnik kawin suntik pada ikan hias akan dikemukakan secara umum mengenai hala-hal yang berkaitan tentang kawin suntik yang antara lain adalah kematangan gonad, hormon, dosis dan lain sebagainya.
1.Kematangan Gonad
Ikan yang akan disuntik harus yang sudah matang gonad, tapi bisa juga yang belum matang gonad. Tujuan penyuntikan sendiri adalah merangsang pematangan gonad dan merangsang terjadinya ovulasi pada induk betina. Induk betina yang sudah matang gonad akan tampak gendut pada bagian perutnya, genital tampak merah dan melebar, bagian perut jika diraba akan terasa lembek-. Untuk lebih memastikan kematangan gonad induk betina, maka dapat dilakukan kanulasi dengan selang kecil yang dimasukkan kedalam genital untuk menyedot telur. Jika telur telah tampak seragam dan tidak saling menempel, maka dapat dipastikan induk telah matang dan siap dipijahkan, jika sebaliknya maka perlu dilakukan perangsangan untuk pematangan gonad.
Untuk yang sudah berpengalaman cukup dengan melihat dari kondisi fisik induk sudah diketahui matang tidaknya induk. Untuk pemula sebaiknya dilakukan pendekatan seperti diatas sehimgga dapat diketahui matang tidaknya induk. Selain itu kita harus ketahui umur dan ukuran ikan, karena ikan akan matang setelah mencapai umur dan ukuran tertentu, seperti ikan red fin akan matang gonad setelah mencapai panjang 12 cm dan umur 1 tahun. Sedangkan untuk ikan jantan pada umumnya telah siap kapan saja untuk dipijahkan, sehingga tidak perlu dilihat lagi seperti pada ikan betina.
2.Hormon
Hormon yang biasa dipakai untuk merangsang pematangan gonad ada duas yaitu hormoin alami dan sintetis. Hormon alami bioasanya berasal dari ekstrak kelenjar hipofisa ikan mas (Cyprinus carpio) sedangkan yang sintetis ada banyak jenis, yang umum digunakan adalah Ovaprim (SGnRHa), LHRH dan HCG, semua dapat diperoleh di apotek atau balai perikanan setempat.
Hipofisa adalah kelenjar kecil dibawah otak yang mengatur fungsi fisiologis dalam tubuh, salah satunya adalah pematangan gonad karena mengandung GnRH. Oleh karena itu sering diambil ekstraknya sebagai stimulan untuk pematangan gonad. Dalam pengambilan hipofisa tidak boleh sembarang ikan yang digunakan, karena tidak setiap ikan akan menerima ekstrak tersebut dalam tuibuhnya. Oleh sebab itu ada yang disebut dengan donor universal, homoplastik dan heteroplastik. Donor universal adalah ikan yang kelenjar hipofisanya secara umum dapat digunakan untuk ikan apa saja. Homoplastik adalah ikan donor dan resipien dalam satu jenis, sedangkan heteroplastik ikan donor dan resipien merupakan beda jenis.
Untuk dosis ekstrak kelenjar hipofisa biasa digunakan 1: 3-5 artinya untuk 1 kg induk yang disuntik dibutuhkan ekstrak hipofisa dari 3-5 kg donor. Untuk donor kita pilih yang sudah matang gonad, sehingga kemungkinan akan mendapatkan GnRH dalam jumlah besar. Pengambilan kelenjar hipofisa haruslah hati-hati, karena letaknya di bawah otak. Pengambilan dilakukan dengan memotong kepala ikan tepat dibelakang tutup insang, kemudian kepala diletakkan dalam posisi tegak lalu potong dari arah mata ke bawah sehingga tampak otak. Setelah bagian otak dibuka maka akan tampak kelenjar hipofisa berwarna putih dengan ukuran sebesar biji kacang hijau. Hipofisa diambil dengan menggunakan pinset atau tusuk gigi dan letakkan diatas cawan petri. Darah dan kotoran yang menempel dibersihkan dengan menggunakan akuades atau alkohol.
Setelah bersih hipofisa digerus dalam wadah, dapat berupa piring, cawan petri, cara sederhana dengan plastik es. Hasil gerusan diencerkan dengan akuades atau larutan fisiologis (NaCl 0.7-0.9%) kira-kira sebanyak 2 ml. Setelah itu larutan segera dimasukkan dalam spuit agar segera dapat disuntikkan ke ikan. Sednagkan untuk yang menggunakan ovaprim dosis yang digunakan adalah pada umumnya 0.5ml/kg sampai 0.7ml/kg berat induk. Dosis diatas hanya dosis umum, untuk ikan tertentu ada yang hanya memakai 0.2 ml/kg, jadi dosis untuk masing-masing ikan tidak sama seperti pada penyuntikan dengan hipofisa. Sebelum disuntikkan biasanya ovaprim diencerkan dengan akuades sampai kira-kira 1 ml.

Pembiusan

Pembiusan sebenarnya tidak mutlak dilakukan sebab tergantung dari ikan itu sendiri. Jika ikan yang akan kita suntik terlalu banyak bergerak dan susah untuk dipegang, maka sebaiknya dilakukan pembiusan. Pembiusan dilakukan dengan MS-222 atau minyak cengkeh. Dosis yang digunakan untuk MS-222 adalah 50 ppm atau 50 mg dalam 1 liter air, sedangkan untuk minyak cengkeh menggunakan dosis 0.1ml dalam liter air. Untuk pemakaian MS-222 tidak dianjurkan karena harganya yang mahal, lebih baik menggunakan minyak cengkeh karena harga murah dan mudah didapat.
Untuk pembiusan siapkan dahulu baskom atau ember yang telah diisi air yang mengandung obat bius, lalu masukkan dengan segera induk yang akan dibius. Setelah 1-2 menit kemudian obat akan mulai bereaksi, ikan mulai melayang-layang. Setelah benar-benar pingsan ikan segera diangkat dan penyuntikan segera dilakukan.
1.Penyuntikan
Penyuntikan dilakukan melalui beberapa cara yaitu intra muskular, intra peritonial, intra kranial dan intra vena. Cara yang paling aman dilakukan adalah intra muscular, karena hampir tidak ada organ tubuh yang dilukai. Penyuntikan secara intra muskular biasanya dilakukan di bagian punggung dekat sirip dorsal, bagian kanan atau kiri sama saja. Untuk ikan bersisik dilakukan dibawah sisik, jangan sekali-sekali menembus sisik sedangkan untuk ikan tak bersisik tidak ada masalah. Sudut penyutikan kira-kira 30-450, dan jarum masuk setengah atau dua pertiga bagian ke tubuh ikan jangan terlalu dalam karena dapat terkena organ tubuh atau tulang. Penyuntikan dilakukan secara perlahan sambil mengurut-ngurut bagian yang disuntik agar hormon dapat masuk ke aliran darah.
Untuk penyuntikan ikan besar biasanya dilakukan oleh dua orang terutama untuk ikan yang tidak dibius. Saedangkan untuk ikan kecil cukup dilakukan oleh satu orang saja. Agar ikan tidak berontak ikan sebaiknya dibungkus dengan kain basah.
2.Pemijahan Buatan
Dalam pemijahan buatan waktu yang tepat untuk penyuntikan adalah sekitar pukul 15.00 sampai 17.00 sore hari, ada juga yang melakukannya pada malam hari pada pukul 21.00. Induk yang telah disuntik diletakkan dalam akuarium yang beraerasi, usahakan keadaan induk nyaman dalam akuarium tersebut.

Minggu, 02 September 2012

SYNODONTIS, SI PERENANG TERBALIK


Ikan unik yang berenang terbalik ini namanya Synodontis. Ikan Synodontis merupakan jenis ikan hias air tawar yang berasal dari daerah sungai Nil di benua Afrika. Ikan aneh ini termasuk dalam kelompok catfish dari famili Mochokidae. Nama Synodontis berasal dari bahasa Yunani, yaitu syn berarti bersama dan odon berarti gigi karena ikan Synodontis hidup berkelompok dalam koloninya dan memiliki gigi-gigi mandibular.
Ikan Synodontis memiliki sirip dorsal tegak yang indah dan menjulur panjang sehingga sering dijuluki featherfin catfish. Ikan Synodontis juga memiliki keunikan yaitu dapat berenang dengan posisi ttubuh erbalik. Karena keunikannya ini ikan Synodontis memiliki daya tarik dan menjadi buruan para penggemar ikan hias. Ikan ini memakan beberapa pakan alami seperti cacing, larva nyamuk dan pakan buatan (pellet).

IKAN MAS RAKSASA DI DANAU TOBA

IKAN MAS RAKSASA DI DANAU TOBA

Pada akhir Maret 2011 diberitakan di Kompasianer ditemukannya Ikan Mas Raksasa di Danau Toba oleh Petani Keramba Jala Apung, yang beratnya lebih dari 30 Kg. Apakah temuan ini menjadi sesuatu yang aneh untuk ukuran Danau Toba yang maha luas itu? Tentu saja tidak! Apalagi ikan itu ditemukan disekitar pengusahaan Keramba Jala Apung yang kaya dengan sumber pakan tersisa.
Ikan mas yang dikenal di Indonesia adalah dari spesies Cyprinus Carpio, Linn. 1758, yang oleh para ahli perikanan dibuat menjadi beberapa penggolongan. Ada penggolongan berdasarkan bentuk yang disebut bersisik normal dinamai Karper dan bentuk  sirip memanjang dinamai Kumpai. Ada juga yang membuat penggolongannya dikelompokkan sebagai kelompok konsumsi dan kelompok hias.
Secara garis keturunan maka silsilah Ikan Mas adalah sebagai berikut:
  • Kerajaan              : Animalia
  • Filum                     : Chordata
  • Kelas                     : Actinopterygii
  • Ordo                      : Cypryniformes
  • Keluarga              : Cyprinidae
  • Genus                   : Cyprinus
  • Spesies                 : Cyprinus Carpio, Linn. 1758
Berdasarkan sejarah perikanan di Indonesia bahwa jenis Ikan Mas masuk ke Indonesia dari Eropah dan Tiongkok. Disebutkan bahwa tercatat tahun 1860 ikan jenis Karper ini sudah diternakkan di Ciamis Jawa Barat.  Turunan dari Jawa ini kemudian dikembangkan di Bukit Tinggi – Sumatera Barat di tahun 1892. Berikutnya dikembangkan di Tondano – Minahasa, Sulawesi Utara di tahun 1895. Daerah Tabanan – Bali Selatan tahun 1903, Ende – Flores, NTT tahun 1932, Sulawesi Selatan tahun 1935. Tahun 1927 jenis-jenis jenis Galisia (karper gajah) didatangkan dari Negeri Belanda. Tahun 1930 didatangkan lagi karper jenis Frankisia (karper kaca). Pada tahun 1974, mengimpor ikan karper ras Taiwan, ras Jerman dan ras fancy carpJepang. Sekitar tahun 1977 Indonesia mengimpor ikan karper ras yamato dan ras koi dari Jepang. Ras-ras ikan karper yang diimpor tersebut dalam perkembangannya ternyata sulit dijaga kemurniannya karena berbaur dengan ras-ras ikan karper yang sudah ada di Indonesia sebelumnya sehingga terjadi persilangan dan membentuk ras-ras baru.
Kalau kita bandingkan silsilah keturunan jenis ikan asli Tanah Batak dimana Danau Toba terletak maka tidak benar bahwa Ikan Mas yang dikenal di Indonesia berasal dari luar seluruhnya, khususnya untuk jenis ikan mas di Tanah Batak, karena mereka berasal dari keluarga yang sama dengan Ihan dan Jurung, tentu saja dari turunan yang sama pula. Ikan asli Tanah Batak yang disebutkan itu adalah jenis Jurung, walaupun sudah jarang terlihat tetapi masih ditemukan dibeberapa kawasan sebanyak 4 jenis yang disebut Genus Tor (Ikan Batak) dari Spesies species Tor Douronensis, Tor Tambra, Tor Soro dan Tor Tambroides, juga ada di Laut Tawar Takengon Aceh Tengah.
Sementara ikan asli jenis lainnya, bahasa daerahnya disebut Ihan dan dinyatakan sudah punah dari Danau Toba, tetapi masih ditemukan Aceh Tengah, tepatnya di Kampung Lumut Kecamatan Linge dan sebagian lagi di Samarkilang Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah. Jenis ihan ini dalam bahasa ilmiahnya disebut Genus Neolissochilus, dengan nama Spesies Neolissochilus Sumatranus dan Neolissochilus thienemanni.
Coba kita bandingkan Silsilah ikan asli Tanah Batak dengan Ikan Mas untuk membuktikan bahwa Ikan Mas yang ada di Tanah Batak adalah asli dari Tanah Batak dan bukan keturunan yang didatangkan dari negeri luar itu:
SILSILAH
IHAN (Ikan Batak Asli – punah?)
JURUNG (IKAN BATAK)
IKAN MAS – KARPER
Kerajaan Animalia Animalia Animalia
Filum Chordata Chordata Chordata
Kelas Actinopterygii Actinopterygii Actinopterygii
Ordo Cypryniformes Cypryniformes Cypryniformes
Keluarga Cyprinidae Cyprinidae Cyprinidae
Genus Neolissochilus Tor Cyprinus
Spesies
  1. Neolissochilus Sumatranus
  2. Neolissochilus thienemanni
  1. Tor Douronensis
  2. Tor Tambra
  3. Tor Soro
  4. Tor Tambroides
Cyprinus Carpio, Linn. 1758
Maridup Hutauruk
Kalau demikian tentunya Spesies Cyprinus Carpio (Ikan Mas) memiliki silsilah Keluarga yang sama dengan Ihan dan Jurung (Ikan Batak, tentu tidak salah mengatakan bahwa di Tanah Batak terdapat jenis Ikan Mas yang asli juga dan bukan yang berasal dari negeri luar tersebut.
Terjadinya Danau Toba juga dilegendakan oleh orang Batak akibat Seorang Laki-laki yang melanggar janji terhadap istrinya seekor ikan berwujud manusia berwarna merah. Karena pelanggaran janji ini maka terjadilah banjir yang memenuhi Kawah Toba dan istri berwujud manusia itu kembali menjadi ikan penghuni Danau Toba.
Kembali kepada ditemukannya Ikan Mas Raksasa di Danau Toba ada kemungkinannya karena mendapat supply pakan yang berlimpah dan berprotein tinggi yang ditaburkan oleh petani KJA sehingga sisa-sisa pakan tersebut dimakan oleh ikan-ikan yang ada diluar keramba itu.
Melihat bentuk ikan Mas Raksasa yang ditemukan itu sepertinya bukan dari jenis Ikan Mas Batak asli, karena ikan Mas asli di Tanah batak berbentuk bulat panjang yang mirip dengan bentuk tubuh Ikan Koi, namun sisiknya tidak sebesar sisik ikan mas koi. Jadi bukanlah sesuatu yang aneh apabila Ikan Mas Raksasa ditemukan di Danau Toba, dan boleh jadi ada jenis-jenis ikan raksasa lainnya yang sudah berbentuk monster di Danau Toba yang maha luas itu.
Beberapa jenis Ikan Mas Raksasa yang pernah ditemukan, seperti diberitakan berikut ini:

Ikan Mas raksasa ditemui di Sungai Mekong bagian Thailand. Ikan berbobot sekitar 600 pon ini merupakan salah satu jenis yang mengalami jumlah penurunan populasi yang drastis di Asia Tenggara. Sumber: VIVANEWS, Minggu, 23 Januari 2011.

Seorang bernama Biagini menemukan Ikan Mas Raksasa dari salah satu danau di Perancis.:
Beberapa tangkapan Ikan Mas Raksasas,

Satu keluarga Dave, Janet, Dan Johnson berhasil mendapat Ikan Mas Raksasa seberat 73,03 lb (33,11 Kg) di Danau Laroussi.

<<< Ikan Mas Raksasa Terry Walker seberat 54,03 lb. (24,5  Kg)


<<< Ikan Mas RAksasa Rahja seberat  45,04 lb (20,41  Kg)
<<< Ikan Mas Raksasa Paul  Mersh 54lb (24,5 Kg)  and Peter Mersh 32lb (14.5 Kg)
<<< Ikan Mas Raksasa Arthur 53lb (24 Kg)

<<< Ikan Mas Raksasa Big John  50 lb ( 22,67 Kg)

CARA PEMBENIHAN IKAN GURAMI

CARA PEMBENIHAN IKAN GURAMI

Ikan gurami merupakan ikan asli perairan Indonesia yang sudah menyebar ke wilayah Asia Tenggara dan Cina.  Merupakan salah satu ikan labirinth dan secara taksonomi termasuk famili Osphronemidae. 
Ikan gurami adalah salah satu komoditas yang banyak dikembangkan oleh para petani hal ini dikarenakan permintaan pasar cukup tinggi, pemeliharaan mudah serta harga yang relatif stabil. 
1.     SISTEMATIKA
Filum        : Chordata
Kelas       : Actinopterygii
Ordo        : Perciformes
Subordo     : Belontiidae
Famili       : Osphronemidae
Genus       : Osphronemus
Spesies     : Osphronemus gouramy, Lac.
Secara morfologi, ikan ini memiliki garis lateral tunggal, lengkap dan tidak terputus, bersisik stenoid serta memiliki gigi pada rahang bawah.  Sirip ekor membulat. Jari-jari lemah pertama sirip perut merupakan benang panjang yang berfungsi sebagai alat peraba.  Tinggi badan 2,0-2,1 kali dari panjang standar.  Pada ikan muda terdapat garis-garis tegak berwarna hitam berjumlah 8 sampai dengan 10 buah dan pada daerah pangkal ekor terdapat titik hitam bulat.
3.     PEMBENIHAN
a.     Pemijahan
      Ikan gurami dapat memijah sepanjang tahun, walaupun produktifitasnya lebih tinggi terutama pada musim kemarau.  Adapun hal yang perlu diperhatikan untuk pemijahan ini adalah padat tebar induk, tata letak sarang, panen telur dan kualitas air media pemijahan.  Betina dicirikan dari bentuk kepala dan rahang serta adanya bintik hitam pada kelopak sirip.  Induk jantan ditandai dengan adanya benjolan di kepala bagian atas, rahang bawah yang tebal terutama pada saat musim pemijahan dan tidak adanya bintik hitam pada kelopak sirip dada.  Sedangkan induk betina ditandai dengan bentuk kepala bagian atas datar, rahang bawah tipis dan adanya bintik hitam pada kelopak sirip dada.
Padat tebar induk adalah 1 ekor/5 m2  dengan perbandingan jumlah jantan:betina adalah 1:3-4. Penebaran induk di kolam pemijahan dapat dilakukan secara berpasangan (sesuai perbandingan) pada kolam yang disekat ataupun secara komunal (satu kolam diisi beberapa pasangan).  Induk betina dapat memproduksi telur 1 500 sampai dengan 2 500 butir/kg induk.
Sarang diletakkan 1-2 m dari tempat bahan sarang dengan kedalaman 10 -15 cm dari permukaan air. Sarang dipasang mendatar sejajar dengan permukaan air dan menghadap ke arah tempat bahan sarang. 
Tempat bahan sarang diletakkan di permukaan air dapat berupa anyaman kasar dari bambu atau bahan lainnya diatur sedemikian rupa sehingga induk ikan mudah mengambil sabut kelapa/ijuk untuk membuat sarang.  Pembuatan sarang dapat berlangsung selama 1 sampai dengan 2 minggu bergantung pada kondisi induk dan lingkungannya.
Pemeriksaan sarang yang sudah berisi telur dapat dilakukan dengan cara meraba dan menggoyangkan sarang secara perlahan atau dengan menusuk sarang menggunakan lidi/kawat dan menggoyangkannya. Sarang yang sudah berisi telur ditandai dengan keluarnya minyak/telur dari sarang ke permukaan air.
Sarang yang sudah berisi telur diangkat. Telur dipisahkan dari sarang dengan cara membuka sarang secara hati-hati. Karena mengandung minyak, telur akan mengambang di permukaan air. Telur yang baik berwarna kuning bening sedangkan telur berwarna kuning keruh dipisahkan dan dibuang karena telur yang demikian tidak akan menetas.  Minyak yang timbul dapat dikurangi dengan cara diserap memakai kain.
Kualitas media pemijahan yang baik adalah suhu 25-30 oC, Nilai pH 6,5 – 8,0, laju pergantian air 10-15 % per hari dan ketinggian air kolam  40 – 60 cm.
b.     Penetasan Telur
Padat tebar telur 4 sampai dengan 5 butir/cm2 dengan ketinggian air 15 – 20 cm. Kepadatan dihitung per satuan luas permukaan wadah sesuai dengan sifat telur yang mengambang.  Untuk mempertahankan kandungan oksigen terlarut, di dalam media penetasan perlu ditambahkan aerasi kecil tetapi harus dijaga agar telur tidak teraduk.  Kualitas air media penetasan yang baik adalah suhu 29 – 30 oC, nilai pH 6,7 – 8,6 dan bersumber dari air tanah.  Bila air sumber mengandung karbondioksida tinggi, nilai pH rendah atau mengandung bahan logam (misalnya besi), sebaiknya air diendapkan dulu selama 24 jam. Telur akan menetas setelah 36 – 48 jam.
 c.     Pemeliharaan Larva
Setelah telur menetas, larva dapat terus dipelihara di corong penetasan/waskom sampai umur 6 hari kemudian dipindahkan ke akuarium.  Bila penetasan dilakukan di akuarium, pemindahan larva tidak perlu dilakukan. Selama pemeliharaan larva, penggantian air hanya perlu dilakukan untuk membuang minyak bila minyak yang dihasilkan ketika penetasan cukup banyak.  Sedangkan bila larva sudah diberi makan, penggantian air dapat disesuaikan dengan kondisi air yaitu bila sudah banyak kotoran dari sisa pakan dan “ Faeces “.
Pemeliharaan larva di akuarium dilakukan dengan padat tebar 15 – 20 ekor/liter. Pakan mulai diberikan pada saat larva berumur 5 sampai dengan 6 hari berupa cacing Tubifex, Artemia, Moina atau Daphnia yang disesuaikan dengan bukaan mulut ikan. Kualitas air sebaiknya dipertahankan pada tingkat suhu 29- 30 o C, nilai pH 6,5 – 8,0 dan ketinggian air 15 – 20 cm.
 d.     Pendederan I, II, III, IV dan V
Pemeliharaan benih pada pendederan I sampai dengan V dapat dilakukan di akuarium atau kolam.  Di akuarium dilakukan sama seperti halnya pemelihaaran larva tetapi perlu dilakukan penjarangan. Sedangkan di kolam perlu dilakukan kegiatan persiapan kolam yang meliputi pengolahan tanah dasar kolam, pengeringan, pengapuran, pemupukan, pengisian air dan pengkondisian air kolam.  Pengolahan tanah dasar kolam dapat berupa pembajakan, peneplokan dan perbaikan pematang kolam.  Pengeringan dilakukan selama 2 – 5 hari (tergantung cuaca).
Tingkat Pemeliharaan Produksi Ikan Gurami
No Standar Satuan PI PII PIII PIV PV
1
Padat Tebar Ekor/M2 100 80 60 45 30
2
Ukuran Benih Cm 1,00 2,0 4 6 8
3
Pakan % BB 20 20 10 5 4
 
  Kali/Hari 2 2 3 3 3
4
Waktu Pemeliharaan Hari 20 30 40 40 40
5
Sintasan % 60 60 70 80 80
  e.     Penyakit
Bila teridentifikasi ikan terserang parasit pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian garam  500 – 1000 mg/l dengan cara perendaman selama 24 jam. Sedangkan bila teridentifikasi terserang bakteri pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian oksitetrasiklin dengan dosis 5 -10 mg/l secara perendaman selama 24 jam.

ikan belida bangkok

Belida bangkok bisa dipijahkan dan produksinya lebih tinggi dibanding belida lokal. Pembenihan belida bangkok dilakukan dalam akuarium
Ikan belida atau Clown knifefish adalah ikan yang berasal dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Ikan yang merupakan keluarga Notopteridae dan bermarga Chitala/Notopterus ini di tanah air hidup di anak-anak sungai besar yang bersebelahan dengan daerah rawa di Sumatera, Kalimantan,dan Jawa terutama Jawa Barat. Di Kalimantan belida dikenal sebagai ikan pipih, di  Sumatera dinamakan ikan belido, dan yang berasal dari Thailand disebutikan belida bangkok. Beratnya mencapai 5 kg/ekor dan dikenal sulit memijah.
Ikan belida asal Indonesia dan Thailand cirinya adalah adanya bintik (spot) berwarna hitam berbentuk bulat di badannya dari depan hingga kepangkal ekor. Untuk belida bangkok, ada dua jenis yang beredar di pasaran yaitu yang berwarna abu-abu keperakan dan albino. Keduanya memiliki belang hitam dengan garis tepian putih. Makin banyak belangnya, makin banyak dicari orang. Sebagai ikan hias belida bangkok pernah sangat popular di era 1995–1997.
Kondisi itu kian diperparah dengan adanya perubahan lingkungan alam serta eksploitasi yang berlebihan. Di Sumatera Selatan sampai awal 1980-an,belida masih mudah ditemukan di anak Sungai Musi seperti Sungai Arisan Belida dan Sungai Meriak. Lalu sampai  1998, di Sungai Citarum, Jawa Barat, jumlahnya masih ditangkap hingga 6 ton, tapi setahun kemudian tak seekor pun bisa ditemukan.
Perawatan dan Seleksi Induk
Induk dipelihara dalam akuarium berukuran  1,5 x1 x1,2 m dengan ketinggian  air 1 m. Dalam pematangan gonad induk diberi pakan berupa udang segar atau anak ikan mas  sekitar  5% dari berat badan per hari. Pakan tersebut diberikan dua kali dalam 1 hari yaitu pagi dan sore. Jumlah pakan sebaiknya lebih banyak diberikan pada sore hari, sebab belida sangat respon terhadap pakan yang diberikan menjelang malam hari.
Induk  yang bisa dipijahkan jika umurnya sudah berkisar 2–3 tahun atau panjangnya antara 40–50cm. Membedakan induk jantan dan betina yaitu pada indukbetina bagian belakang kepala (punuknya) lebih tebal dan ukuran badannya relatif lebih besar dibanding  jantan. Alat kelamin berbentuk bulat, sirip perut relatif pendek dan tidak menutupi urogenital. Ketika matang gonad bagian perut membesar dan kelamin memerah.
Sedangkan induk jantan mempunyai ciri sebagai berikut yaitu bagian belakang  kepala  (punuk) tipis, alat kelamin tipis dan berbentuk tabung, sirip perut relatif lebih panjang dan menutupi urogenital, serta ukuran badan relatif lebih kecil. Pada saat siap pijah, alat kelamin memerah dan bila diurut keluar cairan putih keruh. Belida Sumatera atau Kalimantan siap mijah  berukuran berat antara 1,5-5 kg dengan panjang 55cm. Sementara induk belida bangkok sudah bisa dipijahkan  berukuran berat  ± 0,8 kg dan panjangnya ± 50cm.
Proses Pemijahan
Dalam pemijahan ikan belida memerlukan substrat sebagai tempat menempelkan telur. Subtrat  yang digunakan berupa  batang kayu yang berukuran diameter  15–20cm dan ketinggian  ± 20 cm. Di Balai Benih MandianginKalimantan Selatan, proses pemijahanmenggunakan subtrat dari papan kayu ulin ukurannya lebar 50 cm dan tinggi 40 cm yang dimasukkan ke kolam induk. Proses ini dimulai dengan pasangan induk matang gonad mulai berdempetan satu sama lain.

beberapa ikan cupang

macam macam ikan cupang

Penggemar ikan cupang seperti saya masih penasaran dengan berbagai jenis-jenis ikan cupang yang ada di dunia. Tidak seperti dulu dimana hanya ada beberapa varian cupang yang dikenalkan. Tapi sekarang ini, karena peminatnya bisa dibilang cukup banyak, persilangan antar cupang menghasilkan berbagai jenis ikan cupang baru.
Saya telah mencari beberapa jenis ikan cupang di dunia dan dengan ekor indahnya yang memukau. Untuk anda yang ingin mencoba untuk budidaya ikan cupang hias bisa dibaca artikel mengenai cara budidaya ikan cupang mudah.
Nah, berikut ini adalah berbagai jenis-jenis ikan cupang yang tersebar yang biasanya diternakkan oleh para pecinta ikan cupang. Hmm, kelupaan untuk harga ikan cupang ini bisa sampai jutaan perekor lho. Biasanya dikarenakan karena bentuk ekor yang sempurna dan sering diikutkan kontes dan menjuarai kontes tersebut.
  1. Cupang Plakat
    Ikan cupang plakat adalah ikan cupang hias dengan bentuk ekor yang lebih pendek atau biasa disebut ikan ekor pendek. Cupang plakat berasal dari Thailand yang pertama kali mengembangbiakannya. KataPlakat merupakan bahasa Thai yang berarti cupang laga atau cupang aduan. Cupang plakat memang sebenarnya merupakan ikan cupang aduan atau laga yang berasal dari cupang alam. Kata plakat untuk membedakan antara ikan cupang hias dengan cupang aduan untuk lebih familiar di kalangan internasional. Kecantikan ikan cupang plakat ini terlihat pada bentuk sirip, gigi yang tajam, keindahan & kerasnya sisik ikan maupun gaya bertarungnya.
jenis ikan cupang hias plakat lavender Ikan CUpang Hias Red Dragon Plakat
Plakat Lavender Plakat Red Dragon
ikan cupang hias black copper dragon jenis ikan cupang betta plakat yellow kuning
Plakat Black Copper Dragon Plakat Yellow
  • Cupang Half Moon
    Ikan Cupang Hias Red Dragon Halfmoon Ikan Cupang Hias Yellow Indigo Betta Halfmoon Kuning
    Halfmoon Red Dragon Halfmoon Yellow Indigo
    Ikan Cupang hias Blue Butterfly Halfmoon Betta Fish Ikan Cupang Hias Orange Over Halfmoon Betta Fish
    Halfmoon Blue Butterfly Halfmoon Orange
    Ikan Cupang Hias Black Gold Demon Halfmoon Betta Fish Ikan Cupang Hias Mustard Gas Butterfly Halfmoon betta Fish
    Black Gold Demon Halfmoon Mustard Gas Butterfly Halfmoon
  • Cupang Serit / Crown Tail
    Ikan cupang jenis Crown Tail atau biasa disebut dengan Ikan cupang Serit ternyata berasal asli dari Indonesia. Semua penghobi internasional pun mengakuinya dan dari sebuah situs hobiis ikan cupang hias berikut ini dikutip sebagai berikut:
    The Crowntail was founded 1997 in West Jakarta, Slipi, Indonesia, and the creator was an Indonesian breeder named Achmad Yusuf (Iyus), who called it ‘cupang serit’ in Indonesian. When Henry Yin showed this fish in one of the IBC shows, he named it CROWNTAIL.
    Ikan Cupang Hias Serit Crown Tail Yellow Blue Butterfly Betta Fish Ikan Cupang Hias Serit Crown Tail Super Black Betta Fish
    Yellow Blue Butterfly Crown Tail Black Crown Tail
    Ikan Cupang Hias Serit Yellow-tied Blue Betta Fish Crown Tail Red Solid Crown Tail Ikan Cupang Hias Serit
    Yellow-tied Blue Crown Tail Red Solid Crown Tail
  • Cupang Double Tail
    Ikan Cupang Hias Black Melano Double Tail Betta Fish ikan Cupang Hias Copper Butterfly Red Base Double Tail Halfmoon Betta Fish
    Black Melano Double Tail Halfmoon Copper Butterfly Red Base Double Tail Halfmoon
    Ikan Cupang Hias Orange Double Tail Plakat Betta Fish Ikan Cupang Hias Fancy Double Tail Plakat Betta Fish
    Orange Double Tail Plakat Fancy Double Tail Plakat
Nah, itu dia berbagai macam jenis-jenis ikan cupang di seluruh dunia. Sebenaranya masih ada lagi sich, yaitu Ikan cupang jenis Giant. Tapi bedanya dengan yang lain hany ukurannya yang lebih besar beberapa kali lipat. Namun, untuk modelnya juga sama dengan yang lain, ada Giant Plakat, Giant Halfmoon, dll.
Ikan cupang memiliki aneka ragam warna dan jenis yang penuh pesona. Selain mudah berkembang biak, jenis ikan yang hidup di rawa ini, juga memiliki peluang bisnis yang lumayan bagus.
Orang tak akan menyangka jika ikan sekecil cupang ada yang dihargai sampai jutaan rupiah. Tidak hanya anak-anak yang menyenangi ikan ini, dewasa pun tak ketinggalan, bahkan cupang dijadikan media taruhan. Begitu kuatnya gigitan bagan berwarna biru ini sehingga sirip lawan nya terbetot lepas putus.
Pukulan telak pada insang luar disusul gigitan kuat merobek sirip bawah, sekaligus mengakhiri pertempuran sengit dua bagan yang bertempur lebih dari dua jam.
Bagan adalah salah satu jenis ikan cupang tipe petarung. Jenis ini yang paling banyak di arena adu cupang.
Nama bagan diambil dari nama Kota Bagan Siapi Api di Sumatera Utara, karena memang cupang ini berasal dari sana. Tidak semua cupang ganas dan suka bertempur. jenis Halfmoon, anda bisa terpesona. Kemampuan sirip bisa mengembang hingga seratus delapan puluh derajat.
Cupang adalah jenis ikan tropis yang hidup di rawa – rawa. Paling besar ukuran hanya lima centi meter. Ada dua jenis ikan cupang. Cupang kelas kontes atau cupang hias dan cupang adu.
Cupang hias, jenis nya macam- macam sesuai dengan bentuk-nya. Ini adalah cupang hias jenis serit. Cirinya sirip bergerigi dan menjuntai panjang mirip sisir.
Cupang ini berasal dari perairan Indonesia. Harganya bisa mencapai ratusan ribu rupiah, bila kualitasnya ekspor. Dan yang mirip burung merak ini, adalah halfmoon, atau setengah bulan. Sirip nya bisa mengembang sampai setengah lingkaran.
Plakat bentuknya hampir sama dengan tipe petarung. Namun bila amarahnya terusik, tipe plakat ini akan mengembangkan siripnya hingga tegak melebihi 180 derajat. inilah yang membedakan dengan cupang petarung.
Half Moon.
Cupang ini yang mendatangkan banyak rejeki. Baik warna, sirip dan ekornya sangat memikat. Half moon adalah cupang asal Thailand. Kurun waktu sepuluh tahun ke belakang ikan ini merambah pasaran Indonesia.
Harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Biasanya ikan jenis sering menjadi ajang kontes.
crowntail
crown tail /cupang serit
halfmoon3
cupang halfmoon
plakat2
mustardplakat1
cupang plakat
double_tail

beberapa macam ikan hias air tawar

MACAM IKAN HIAS AIR TAWAR

CARDINAL TETRA
NEON TETRA
MAN FISH
AMANDAE

 GAPI

 GOLDEN PENCIL

 GURAME PADANG

 HITAM PUTIH

 JEBRA

 KOKI JAMBUL

 KOKI MUTIARA

 KOMET

 KORI DORAS

LOBSTER

 MARBEL

 MANFISH PLATINUM

 SUMATRA