Sabtu, 01 September 2012

pakan ikan koi



   
Ikan koi merupakan jenis ikan karper, ikan ini terkenal dengan pola makannya yang luar biasa dan ia termasuk ikan omnivore atau pemakan segala, makanan ikan koi di alam liar adalah daun daunaa, serangga, cacing dan ganggang air. Meski demikian ia biasa makan apa saja yang bisa dimakan, seperti pucuk daun, atau berburu cacing di dasar sungai. Maka inilah guna dari sungut yang ada pada mulut ikan.

Namun jika anda memelihara ikan koi di kolam buatan pemberian makanan seperti makanan aslinya tentu kurang baik, selain kurang praktis, pasokan protein yang didapat juga tidak bisa diukur. Sebaiknya anda menggunakan umpan buatan yakni pellet. Bentuk pellet yang butiran dan batang merupakan pilihan yang tepat untuk ikan koi. Anda harus memilih bentuk yang sesuai dengan lebar mulutnya.

Pemberian pellet akan membantu pengaturan asupan protein yang tepat untuk ikan anda. Pellet trbuat dari bahan – bahan alami yang komposisinya sudah desesuaikan dengan kebutuhan ikan. Pellet dengan warna coklat terang memiliki kandungan protein lebih sedikit dibandingkan dengan warna coklat tua.

Sebaiknya anda memberikan pellet coklat tua pada kondisi panas, karena ikan membutuhkan lebih banyak gerak dan energi karena suhu air yang hangat disukai ikan, pada saat – saat ini pertumbuhan tubuh ikan akan terjadi Karena metabolisme yang lebih aktif sekaligus ikan mengumpulkan cadangan energi untuk ditimbun di bawah kulit pada saat menghadapi musim dingin. Pada suhu air yang dingin metabolisme ikan akan berkurang dan tidak aktif, ikan lebih suka berdiam dan kurang banyak beraktifitas sehingga anda bisa memberikan makanan pellet yang berwarna coklat muda.

Menurut pengalaman dan penelitian bertahun – tahun, ditemukanlan bahan – bahan aktif yang dapat ditambahkan untuk membuat warna koi lebih cemerlang. Koi yang dipelihara di kolam Lumpur ternyata memiliki kualitas warna yang lebih cemerlang dibandingkan dengan yang dipelihara di kolam tembok. Ternyata ikan loi tersebut banyak menyantap ganggang yang memang  tumbuh di Lumpur. Ganggang yang dimakan koi mengandung banyak zat karoten. Maka kalau anda ingin menambah warna ikan lebih cemerlang beri makan “krill”, paprika, dan daun marigold, semuanya dapat anda campurkan dalam makanannya. Banyak makanan sumber karoten ini sudah dalam bentuk extract sehingga mudah dicampurkan dengan pellet atau roti. Pakan Pas untuk Koi

Postur tubuh bagus dan warna cemerlang pada tubuh ikan koi sangat dipengaruhi kualitas pakan yang diberikan. Seperti halnya manusia, ia juga membutuhkan pakan dengan kandungan gizi seimbang. Koi dikenal sebagai ikan yang punya pola makan luar biasa dan termasuk pemakan segala.
Selama ini para pecinta koi hanya mengandalkan pakan buatan pabrik (pellet). Alasannya, pellet paling praktis dan mudah dicari dibandingkan pakan alami. Pasokan proteinnya pun sudah pasti terukur. Sejalan dengan semakin banyaknya pecinta koi, jumlah pakan koi  yang beredar di pasaran pun makin bervariasi, baik merek maupun harganya. Paling tidak ada 25 merek yang harganya berkisar Rp30.000 (kemasan 1 kg) hingga Rp1,5 juta (kemasan 20 kg).
Dulu saat koi baru masuk ke Indonesia, pakan didominasi produk dari luar negeri. Wajar bila harganya sangat mahal. Hingga saat ini pakan impor masih banyak beredar di Indonesia. “Banyak sekali merek yang beredar, dari Taiwan, China, Thailand, Japan, dan lain sebagainya,” ujar Budi Widjaya, Wakil Ketua Asosiasi Pecinta Koi Indonesia (APKI).
Namun demikian, tambah Budi, sudah banyak pula perusahan pakan Indonesia yang memproduksi pakan koi yang setara produk impor tersebut. Sebut saja seperti Charoen Pokphand, Matahari Sakti, dan Japfa Comfeed Indonesia. Ia menjelaskan, baik pakan impor maupun lokal memiliki kandungan gizi yang berbeda-beda. Tentunya setiap merek punya rahasia dapur sendiri. “Tapi yang perlu diperhatikan adalah masa kadaluarwarsa dari setiap packaging. Dan sebaiknya gunakan yang air tight (kedap udara) karena lebih awet,” ia menyarankan.
Sedangkan menurut Herly, pecinta koi di Pancoran, Jakarta Selatan, berapapun harganya, darimana saja asalnya pakan tersebut, yang penting adalah tidak mengecewakan saat diberikan kepada koi. “Agar tidak mengecewakan, telitilah sewaktu hendak membelinya,” katanya. Ia menambahkan, jangan terkecoh oleh merek, bungkus, dan promosi yang ditawarkan. Yang terpenting adalah komposisi kandungan nutrisi yang tertera di kemasan, sifat fisik, spesifikasi, dan kondisi kemasan.
Kandungan Gizi dan Sesuai Kebutuhan
Makin banyaknya merek pakan koi yang beredar di pasaran jelas menguntungkan bagi hobiis koi karena memberikan alternatif untuk memilih pakan sesuai kondisi ikan-ikan koinya. Budi tidak merekomendasikan hanya tergantung satu merek saja. “Silahkan bereksperimen dengan berbagai merek Karena tiap merek punya kelebihan dan kekurangan,” katanya. Meski demikian, Budi menganjurkan untuk tidak mengoplos berbagai merek menjadi satu. Tanpa mengoplos, hobiis akan tahu kualitas pakan tersebut.
Untuk itu agar komposisi pakan bisa pas dengan yang dibutuhkan koi, pemilik ikan harus tahu spesifikasi pakan tersebut. “Pakan koi dibagi menjadi empat: yang reguler, untuk pencerah warna yang mengandung spirulina, untuk musim dingin yang mengandung wheat germ, dan untuk pembesaran,” jelas Budi lebih jauh.
Hal senada juga dikatakan Herly. Satu jenis pakan tidak mungkin bisa memenuhi semua kebutuhan gizi koi. Jika yang dibutuhkan untuk pembesaran, maka berilah pakan yang mengandung lemak rendah tapi proteinnya tinggi. Bila perlu mencemerlangkan warna, jatahkan pakan yang kaya spirulina. Namun, menurut Budi, konsumsi pemacu warna berlebihan bisa menyebabkan koi mengalami kerusakan organ internal dan berisiko kena tumor. Sebaiknya berilah sesuai kebutuhan dalam kemasan.
Senada dengan Budi, Herly juga menyarankan untuk tidak memberikan pakan pemacu warna yang terlalu banyak dan sering. Alasannya, kelebihan konsumsi betakaroten dan astaxantin yang terkandung dalam pakan pemacu warna ini bisa menyebabkan hari ikan rusak. Selain itu, air kolam juga lebih cepat keruh.
Pakan juga harus memenuhi selera koi. Sesuaikan ukuran butiran pellet dengan mulut sang ikan. Bila terlalu besar, ikan tak mau makan. Pilih pakan apung karena lebih disukai koi dan lebih mudah dikontrol saat pemberian berlebihan atau ikan sudah kenyang.
Masih menurut Herly, selain pakan pellet, pecinta koi juga ada yang menggunakan pakan alami untuk memasok tambahan nutrisi. Selain itu pakan alami lebih banyak mengandung serat yang dibutuhkan untuk membantu melancarkan pencernaan koi. Berbagai jenis pakan alami yang bisa disuguhkan, yaitu selada air, jeruk, tomat, cacing, kepompong ulat sutera, lumut, dan udang. Santapan alami tersebut cukup diberikan seminggu sekali.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar